www.unbara.ac.id

Fakultas Teknik

www.unbara.ac.id

Fakultas Teknik

www.unbara.ac.id

Fakultas Teknik

www.unbara.ac.id

Fakultas Teknik

www.unbara.ac.id

Fakultas Teknik

Tampilkan postingan dengan label Volume 2 Nomor 4. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Volume 2 Nomor 4. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 Oktober 2013

Analisa Kebutuhan Infrastruktur Pejalan Kaki (Trotoar) dan Penentuan Nilai Level of Service di Jalan Dr. Setia Budi Pasar Baru Baturaja Kabupaten Ogan Komering Ulu

Analisa Kebutuhan Infrastruktur Pejalan Kaki (Trotoar) dan 
Penentuan Nilai Level of Service di Jalan Dr. Setia Budi 
Pasar Baru Baturaja Kabupaten Ogan Komering Ulu 

Oleh: Rooswinany Mutiara Hartawanty  

Abstract 

Pasar Baru area Baturaja a travel destination because of a bona fide appeal as a shopping 
and trade center. As one of the shopping centers and trading activities are mostly done on 
foot. Therefore, it is necessary to have the effort to provide space for a pedestrian sidewalk. 
Sidewalk is located adjacent to the lane vehicle traffic lane, which is specifically used by 
pedestrians. This research will use data analysis descriptive qualitative and quantitative 
methods. Based on survey results and data obtained through analysis of the results of 
questionnaires aimed at pedestrians and people who are planted in the research, then we got 
the result that there is a linear relationship between the needs of society, the condition of the 
existing pavement with sidewalk role. These include the location where LOS A is based on the 
volume of pedestrian flows. 

Keywords: Vehicles, sidewalks, traffic, level of service

Pendahuluan

Kawasan Pasar Baru Baturaja merupakan tujuan perjalanan karena mempuyai daya tarik
sebagai pusat pertokoan dan perdagangan. Sebagai salah satu pusat pertokoan dan
perdagangan maka aktifitas yang banyak dilakukan adalah berjalan kaki. Oleh karena itu maka
diperlukan adanya upaya penyediaan ruang untuk pejalan kaki berupa trotoar.
Trotoar merupakan bagian dari pada rekayasa jalan raya, dengan maksud untuk membagi
jalur yang tertib antara jalur kendaraan dan jalur pejalan kaki. Trotoar harus disediakan pada
bagian jalan raya, mengingat fungsi trotoar adalah jalur jalan yang khusus dipergunakan untuk
lalu lintas pejalan kaki (pedestrian), maka dapat diartikan bahwa trotoar merupakan hak jalur
lalu lintas yang dipergunakan hanya untuk pejalan kaki. Kebutuhan infrastuktur pejalan kaki
(trotoar) dikawasan pasar sebaiknya dirancang dengan mempertimbangkan keselamatan,
kelancaran, dan kenyamanan pejalan kaki. Sehubungan dengan hal tesebut maka nantinya
jalur pejalan kaki yang ada perlu dianalisa agar dapat diketahui tingkat pelayanan (Level of
Service) dari pejalan kaki yang telah ada.

pdf file

Kajian Kebutuhan Parkir Bus Antar Kota di Terminal Baturaja

Kajian Kebutuhan Parkir Bus Antar Kota di Terminal Baturaja 

Oleh: Priyadi Hengki 

 Abstract 

Terminal is the interchange beginning and end of a trip change modes from one mode to 
another mode. Baturaja Terminal is A terminal type, function to serve public transport for 
inter-city transportation between provinces, inter-city transportation in the province, city 
transport, and rural transportation. From the above-mentioned problems, hence the need for 
the study of parking needs in the Baturaja Terminal, which includes parking Inter City Inter 
Province bus (AKAP), Inter-City bus parking in the province (AKDP) Rural Transport bus 
parking (ADES). The research objective is to assess and analyze the needs of parking spaces, 
parking accumulation, parking index, the volume of parking, parking duration, parking turn 
over public transit bus Baturaja Terminal. The method used by descriptive analysis. Research 
phases: the preparation phase, data collection, data processing, data analysis, discussion, and 
conclusions. Of analysis and discussion, it can be concluded: Model 90o angle parking. 
Parking eastward: highest accumulation 87 vehicles, parked highest index 81%. volume of 
1128 vehicles parking and turn over parking 10. Westbound parking: highest accumulated 36 
vehicle parking, parking highest index 128%. Volume 579 westbound vehicle parking and turn 
over 20.7 parking. Of analysis should be the expansion bus terminal parking lot westbound 
462 m2. In order to qualify need comfort and parking management arrangement in 
accordance with existing standards. 

Keywords: parking, bus terminal, parking volume

Pendahuluan

Baturaja terletak di Propinsi Sumatera Selatan mempunyai lokasi yang sangat strategis
terhadap lalulintas nasional, terutama yang lewat jalur Lintas Trans Sumatera. Hal ini
disebabkan Baturaja merupakan titik simpul lalu lintas kendaraan yang datang dari Propinsi
Lampung, Kabupaten Muara Enim, Kota Prabumulih ke Kota Palembang, seiring dengan
berkembangnya suatu daerah maka semakin kompleks permasalahan yang ditimbulkan.
Transportasi merupakan pergerakan barang dan orang dari tempat satu ke tempat lain
dengan tujuan tertentu. Semakin maju perkembangan suatu daerah, semakin besar pula
kepentingan masyarakat untuk bertransportasi. Guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,
selain berkembangnya sarana angkutan jalan raya yang baik (berupa kendaraan umum), juga
perlu meningkatkan prasarana jalan yang ada. Bila tidak diimbangi dengan pelayanan yang
memadai bagi pengguna angkutan umum, maka akan mengakibatkan tidak tercapainya tujuan,
yaitu meningkatkan pengguna pada jasa angkutan umum.

Analisis Kebutuhan dan Penyediaan Parkir Kendaraan di Kawasan Pasar Baru Kota Baturaja Kabupaten Ogan Komering Ulu

Analisis Kebutuhan dan Penyediaan Parkir Kendaraan 
di Kawasan Pasar Baru Kota Baturaja Kabupaten Ogan Komering Ulu 

Oleh: Iskandar 



Abstract 

Baturaja city as the capital city of Ogan Komering Ulu districts can not be separated from 
issues related to urban transport, one of which is the parking problems. Ideally, the centers of 
urban activity including Baturaja in Pasar Baru area should provide adequate parking areas 
so as to accommodate the volume of vehicles parked and did a good arrangement of the 
parking area to reduce irregular parking of vehicles so that the users can park their vehicles 
with convenient and safe . Due to lack of available parking space, level of service (LOS = 
level of service) down the road as part of the road switch functions as a parking space. It is 
necessary for the study in order to know the parking space requirements (demand) and how 
many parking spaces are available (supply) in order to accommodate the vehicles of visitors. 

Keywords: Parking, level of service, demand, supply 

Pendahuluan

Masalah perpakiran yang terjadi dibeberapa tempat di Kabupaten Ogan Komering Ulu
sudah cukup serius. Sarana parkir yang memadai sudah sangat dibutuhkan untuk mendukung
berbagai aktivitas yang dilakukan oleh sebagian besar masyarakat perkotaan. Kebutuhan ruang
parkir sangat dirasakan pada pusat-pusat kegiatan seperti pusat pendidikan, pusat
perbelanjaan, perkotaan, tempat hiburan, pasar, terminal, stasiun dan lain-lain.
Pasar Baru Kota Baturaja merupakan salah satu pasar yang terletak di kota Baturaja
Kabupaten Ogan Komering Ulu. Masyarakat dari kalangan bawah sampai atas setiap hari
melakukan aktifitas di pasar tersebut untuk memperoleh kebutuhan hidup mereka sehari-hari.
Sebagian besar pengunjung mengendarai kendaraan pribadi baik itu berupa kendaraan beroda
empat (mobil) maupun kendaraan roda dua (motor) untuk menuju tempat ini. Akibatnya,
banyak kendaraan yang membutuhkan tempat parkir.
Idealnya, Pasar Baru harus mampu menampung kendaraan pengunjung dengan
menyediakan tempat parkir yang layak dan sesuai dengan kebutuhan. Untuk itu perlu
dilakukan studi agar dapat diketahui kebutuhan ruang parkir (demand) dan berapa jumlah
ruang parkir yang tersedia (supply) agar dapat menampung kendaraan pengunjung.


Analisa Penyebab Kerusakan Jalan di Desa Tanjung Baru Kemiling Sampai Lekis Desa Banuayu Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten Ogan Komering Ulu

Analisa Penyebab Kerusakan Jalan di Desa Tanjung Baru Kemiling Sampai 
Lekis Desa Banuayu Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten Ogan Komering Ulu 

Oleh: Yuliantini Eka Putri 


Abstract 

Road damage that occurs in many areas today are problems that are very complex and the 
losses suffered really great especially for road users, such as the occurrence of long journey 
times, congestion, traffic accidents, and others. The individual losses will be accumulated 
global economic losses to the region. Many of the criticisms that have been sent to government 
agencies in handling and management of the road, so that a variety of damage that occurs 
immediately addressed. 

Keywords: Damage, roads, maintenance

Pendahuluan

Secara umum penyebab kerusakan jalan ada berbagai sebab yakni umur rencana jalan 
yang telah dilewati, genangan air pada permukaan jalan yang tidak dapat mengalir akibat 
drainase yang kurang baik, beban lalu lintas berulang yang berebihan (overloaded) yang 
menyebabkan umur pakai jalan lebih pendek dari perencanaan. Perencanaan yang tidak tepat, 
pengawasaan yang kurang baik dan pelaksanaan yang tidak sesuai dengan rencana yang ada. 
Selain itu minimnya biaya pemeliharaan, keterlambatan pengeluaran anggaran serta prioritas 
penanganan yang kurang tepat juga menjadi penyebab. Panas dan suhu udara, air dan hujan, 
serta mutu awal produk jalan yang jelek juga sangat mempengaruhi. Oleh sebab itu disamping 
direncanakan secara tepat jalan harus dipelihara dengan baik agar dapat melayani 
pertumbuhan lalulintas selama umur rencana. 


Peranan Manajer Proyek dalam Pengendalian Biaya Mutu dan Waktu

Peranan Manajer Proyek dalam Pengendalian Biaya Mutu dan Waktu 

Oleh: Lindawati MZ 


Abstract 

This study aimed to determine the role of project management in quality control, time and cost 
correctly, so as to facilitate the construction and achieve the expected results. From the results 
of this research note that good project management, should have been done at every stage of 
the build. Kelengakapan construction documents is necessary for clear results to be achieved. 
In addition, the Project Manager is monitoring the progress of the project in the form of 
reports either daily, weekly or monthly and evaluated by comparing the project progress 
reports with the guidelines of quality, time and cost are also required in the control process 
during the project running. 

Keywords: Management, project, quality, time


Pendahuluan
Pengertian suatu proyek adalah kegiatan-kegiatan yang dapat direncanakan dan 
dilaksanakan dalam satu bentuk kesatuan dengan menggunakan sumber daya untuk 
mendapatkan manfaat. Kegiatan-kegiatan berlangsung dalam jangka waktu terbatas dengan 
alokasi sumber daya tertentu dan dimaksudkan untuk menghasilkan produk yang kriteria 
mutunya telah digariskan dengan jelas. Proyek memiliki ciri-ciri sebagai berikut : 
a. Memiliki tujuan yang khusus, produk akhir atau hasil kerja akhir; 
b. Jumlah biaya, sasaran jadwal serta kriteria mutu dalam proses pencapaian tujuan-tujuan 
yang telah ditentukan; 
c. Bersifat sementara, dalam arti umurnya dibatasi oleh selesainya tugas, titik awal dan akhir 
ditentukan dengan jelas, dan; 
d. Tidak berulang, macam dan intensitas kegiatan berubah atau tidak sama 
Di Kabupaten Ogan Komering Ulu pada saat ini suatu proyek umumnya diselesaikan 
melebihi batas waktu atau jadwal yang telah direncanakan yang mana secara tidak langsung 
akan mempengaruhi peningkatan biaya yang dikeluarkan untuk suatu proyek. Selain itu juga 
mutu proyek yang dihasilkan masih jauh dari rencana yang ditetapkan. 
Dari permasalahan diatas timbul pemikiran peneliti untuk melakukan penelitian pada 
suatu proyek untuk mengetahui sejauh mana peranan manajer proyek dalam pengendalian 
biaya, waktu dan mutu pada suatu proyek. 


Analisis Dampak Kegiatan Retribusi Angkutan Di Depan Terminal Tipe B Kota Martapura OKU Timur Terhadap Karakteristik Lalau Lintas Jalan Lintas Tengah Sumatera

Analisis Dampak Kegiatan Retribusi Angkutan 
Di Depan Terminal Tipe B Kota Martapura OKU Timur 
Terhadap Karakteristik Lalau Lintas Jalan Lintas Tengah Sumatera 

Oleh: Ferry Desromi  

Abstract 

Traffic impact depends on the intensity of the activity system. The higher the intensity of the 
traffic impact is also greater good of the large volume of traffic also impacts the distribution. 
The higher the intensity of the activity system will lead to greater volume as well, while in 
terms of the distribution, the higher the intensity of the activity system wide impact on the 
number of affected roads. 

Keywords: Impact of traffic, vehicle, regulator 

Pendahuluan 

Intensitas sistem kegiatan lalu lintas dan angkutan jalan, secara langsung maupun tidak 
langsung berdampak pada kondisi lalu lintas jalan secara umum. Tingginya intensitas sistem 
kegiatan lalu lintas tentu saja akan mempengaruhi besarnya volume lalu lintas dan sebaran 
dampaknya. Oleh karena itu, analisis terhadap dampak lalu lintas dapat dipahami sebagai 
serangkaian kegiatan kajian mengenai dampak lalu lintas dari pembangunan pusat kegiatan, 
permukiman, dan infrastruktur yang hasilnya dituangkan dalam bentuk dokumen hasil analisis 
dampak lalu lintas. 
Menurut Mithani (1999:1), lalu lintas transportasi memberikan kontribusi yang sangat 
penting bagi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. Kontribusi ini tercapai apabila ada 
sistem transportasi yang efisien dan memadai untuk pergerakan manusia dan barang. Manfaat 
pengembangan sistem transportasi adalah menghubungkan kawasan kegiatan yang saling 
berjauhan, tulang-punggung bagi proses urbanisasi yang meningkatkan hubungan kota-desa, 
menentukan bentuk kota, meningkatkan mobilitas faktor-faktor produksi, mempengaruhi 
distribusi spasial kegiatan ekonomi. Pembangunan sektor transportasi dimaksudkan untuk 
menggerakkan berbagai potensi daerah, pembangunan sarana dan prasarana transportasi agar 
mampu menjadi pendukung pertumbuhan bagi kawasan-kawasan di perkotaan. 
Bagi daerah perkotaan, transportasi yang aman dan lancar selain mencerminkan 
keteraturan kota juga menunjukkan kelancaran kegiatan perekonomian kota. Perwujudan 
kegiatan transportasi yang baik adalah dalam bentuk tata jaringan jalan dengan segala 
kelengkapan penunjang (Nasution, 2004:23). Selain itu akan mempertinggi aksesibilitas dari 
potensi sumber daya dan memperluas pasar. 


Jumat, 05 Juli 2013

Analisa Kebutuhan Infrastruktur Pejalan Kaki (Trotoar) danPenentuan Nilai Level of Service di Jalan Dr. Setia Budi Pasar Baru Baturaja Kabupaten Ogan Komering Ulu

Analisa Kebutuhan Infrastruktur Pejalan Kaki (Trotoar) danPenentuan Nilai Level of Service di Jalan Dr. Setia Budi Pasar Baru Baturaja Kabupaten Ogan Komering Ulu
 
Oleh: Rooswinany Mutiara Hartawanty 
 
Abstract
 
Pasar Baru area Baturaja a travel destination because of a bona fide appeal as a shopping and trade center. As one of the shopping centers and trading activities are mostly done on foot. Therefore, it is necessary to have the effort to provide space for a pedestrian sidewalk. Sidewalk is located adjacent to the lane vehicle traffic lane, which is specifically used by pedestrians. This research will use data analysis descriptive qualitative and quantitative methods. Based on survey results and data obtained through analysis of the results of questionnaires aimed at pedestrians and people who are planted in the research, then we got the result that there is a linear relationship between the needs of society, the condition of the existing pavement with sidewalk role. These include the location where LOS A is based on the volume of pedestrian flows. 

Keywords: Vehicles, sidewalks, traffic, level of service

Pendahuluan
Kawasan Pasar Baru Baturaja merupakan tujuan perjalanan karena mempuyai daya tarik sebagai pusat pertokoan dan perdagangan. Sebagai salah satu pusat pertokoan dan perdagangan maka aktifitas yang banyak dilakukan adalah berjalan kaki. Oleh karena itu maka diperlukan adanya upaya penyediaan ruang untuk pejalan kaki berupa trotoar. Trotoar merupakan bagian dari pada rekayasa jalan raya, dengan maksud untuk membagi jalur yang tertib antara jalur kendaraan dan jalur pejalan kaki. Trotoar harus disediakan pada bagian jalan raya, mengingat fungsi trotoar adalah jalur jalan yang khusus dipergunakan untuk lalu lintas pejalan kaki (pedestrian), maka dapat diartikan bahwa trotoar merupakan hak jalur lalu lintas yang dipergunakan hanya untuk pejalan kaki. Kebutuhan infrastuktur pejalan kaki (trotoar) dikawasan pasar sebaiknya dirancang dengan mempertimbangkan keselamatan, kelancaran, dan kenyamanan pejalan kaki. Sehubungan dengan hal tesebut maka nantinya jalur pejalan kaki yang ada perlu dianalisa agar dapat diketahui tingkat pelayanan (Level of Service) dari pejalan kaki yang telah ada. Permasalahan yang akan diangkat dalam penelitian ini adalah: “bagaimana mengidentifikasi kebutuhan infrastruktur (trotoar) pejalan kaki serta bagaimana mengidentifikasi tingkat pelayanan atau level of service pejalan kaki di jalan Dr. Setia Budi Pasar Baru Baturaja”. Adapun tujuan penelitian ini adalah:
a. Mengidentifikasi kebutuhan infrastuktur pejalan kaki ( trotoar ) di jalan Dr. Setia Budi Pasar Baru Baturaja.
b. Mengidentifikasi tingkat pelayanan atau Level of Service (LOS) untuk pejalan kaki.
Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi kontribusi kepada pihak pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu dalam hal pengembangan kota Baturaja agar lebih optimal.

Kajian Kebutuhan Parkir Bus Antar Kota di Terminal Baturaja

Kajian Kebutuhan Parkir Bus Antar Kota di Terminal Baturaja
Oleh: Priyadi Hengki  

Abstract 

Terminal is the interchange beginning and end of a trip change modes from one mode to another mode. Baturaja Terminal is A terminal type, function to serve public transport for inter-city transportation between provinces, inter-city transportation in the province, city transport, and rural transportation. From the above-mentioned problems, hence the need for the study of parking needs in the Baturaja Terminal, which includes parking Inter City Inter Province bus (AKAP), Inter-City bus parking in the province (AKDP) Rural Transport bus parking (ADES). The research objective is to assess and analyze the needs of parking spaces, parking accumulation, parking index, the volume of parking, parking duration, parking turn over public transit bus Baturaja Terminal. The method used by descriptive analysis. Research phases: the preparation phase, data collection, data processing, data analysis, discussion, and conclusions. Of analysis and discussion, it can be concluded: Model 90o angle parking. Parking eastward: highest accumulation 87 vehicles, parked highest index 81%. volume of 1128 vehicles parking and turn over parking 10. Westbound parking: highest accumulated 36 vehicle parking, parking highest index 128%. Volume 579 westbound vehicle parking and turn over 20.7 parking. Of analysis should be the expansion bus terminal parking lot westbound 462 m2. In order to qualify need comfort and parking management arrangement in accordance with existing standards. 

Keywords: parking, bus terminal, parking volume 

Pendahuluan 
Baturaja terletak di Propinsi Sumatera Selatan mempunyai lokasi yang sangat strategis terhadap lalulintas nasional, terutama yang lewat jalur Lintas Trans Sumatera. Hal ini disebabkan Baturaja merupakan titik simpul lalu lintas kendaraan yang datang dari Propinsi Lampung, Kabupaten Muara Enim, Kota Prabumulih ke Kota Palembang, seiring dengan berkembangnya suatu daerah maka semakin kompleks permasalahan yang ditimbulkan. Transportasi merupakan pergerakan barang dan orang dari tempat satu ke tempat lain dengan tujuan tertentu. Semakin maju perkembangan suatu daerah, semakin besar pula kepentingan masyarakat untuk bertransportasi. Guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, selain berkembangnya sarana angkutan jalan raya yang baik (berupa kendaraan umum), juga perlu meningkatkan prasarana jalan yang ada. Bila tidak diimbangi dengan pelayanan yang memadai bagi pengguna angkutan umum, maka akan mengakibatkan tidak tercapainya tujuan, yaitu meningkatkan pengguna pada jasa angkutan umum.
Masalah pembangunan transportasi, selain pembangunan prasarana dan sarana yang berupa jalan dan kendaraan, juga harus dilengkapi dengan terminal yang merupakan tempat perpindahan moda dari moda satu ke moda yang lain. Terminal Baturaja yang merupakan terminal type A, berfungsi melayani kendaraan umum untuk angkutan antar kota antar propinsi, angkutan antar kota dalam propinsi, angkutan kota, dan angkutan pedesaan. Dari masalah tersebut di atas, maka perlu adanya kajian dan analisis tentang kebutuhan parkir di Terminal Baturaja, yang meliputi parkir bus Antar Kota Antar Propinsi (AKAP), parkir bus Antar Kota 

Dalam Propinsi (AKDP) parkir bus Angkutan Pedesaan (ADES). Berapa luas areal parkir yang dibutuhkan, bagaimana karakteristiknya dan bagaimana solusinya dalam penyediaan areal parkir. Agar pada masa mendatang tidak terjadi kelebihan kapasitas. Penelitian ini diharapkan dapat mengkaji dan menganalisis kebutuhan dan karakteristik parkir, agar kebutuhan kapasitas pakir terpenuhi dan penataan parkir masa mendatang akan lebih baik. Selanjutnya dapat digunakan sebagai acuan untuk penataan parkir pada masa mendatang. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka peneliti mencoba mengadakan penelitian agar masalah kebutuhan dan karakteristik parkir di terminal Baturaja tersebut dapat dicari solusinya, sehingga terminal tetap memenuhi standar yang ada. Selanjutnya dapat memperlancar angkutan umum dan lalulintas pada umumnya. Penelitian ini hanya dibatasi pada kebutuhan parkir di Terminal Baturaja, yang meliputi parkir bus AKAP, AKDP, ADES. Masalah transportasi adalah masalah yang perlu segera mendapat perhatian dan penanganan terutama untuk angkutan umum. Guna meningkatkan pelayanan angkutan umum, khususnya masalah di terminal Baturaja, perlu diadakan evaluasi sehingga memenuhi standar. Yaitu seberapa besar kebutuhan dan karakteristik parkir di Terminal Baturaja yang meliputi: model parkir, akumulasi parkir, indek parkir, durasi parkir, volume parkir, dan turn over parkir. Dengan diadakan penelitian ini diharapkan mampu memberikan solusi tentang parkir di Terminal Baturaja, yang selanjutnya aktifitas tersebut menjadi lancar.

Analisis Kebutuhan dan Penyediaan Parkir Kendaraan di Kawasan Pasar Baru Kota Baturaja Kabupaten Ogan Komering Ulu

Analisis Kebutuhan dan Penyediaan Parkir Kendaraan di Kawasan Pasar Baru Kota Baturaja Kabupaten Ogan Komering Ulu
 
Oleh: Iskandar  

Abstract 

Baturaja city as the capital city of Ogan Komering Ulu districts can not be separated from issues related to urban transport, one of which is the parking problems. Ideally, the centers of urban activity including Baturaja in Pasar Baru area should provide adequate parking areas so as to accommodate the volume of vehicles parked and did a good arrangement of the parking area to reduce irregular parking of vehicles so that the users can park their vehicles with convenient and safe . Due to lack of available parking space, level of service (LOS = level of service) down the road as part of the road switch functions as a parking space. It is necessary for the study in order to know the parking space requirements (demand) and how many parking spaces are available (supply) in order to accommodate the vehicles of visitors. 

Keywords: Parking, level of service, demand, supply 

Pendahuluan 
Masalah perpakiran yang terjadi dibeberapa tempat di Kabupaten Ogan Komering Ulu sudah cukup serius. Sarana parkir yang memadai sudah sangat dibutuhkan untuk mendukung berbagai aktivitas yang dilakukan oleh sebagian besar masyarakat perkotaan. Kebutuhan ruang parkir sangat dirasakan pada pusat-pusat kegiatan seperti pusat pendidikan, pusat perbelanjaan, perkotaan, tempat hiburan, pasar, terminal, stasiun dan lain-lain. Pasar Baru Kota Baturaja merupakan salah satu pasar yang terletak di kota Baturaja Kabupaten Ogan Komering Ulu. Masyarakat dari kalangan bawah sampai atas setiap hari melakukan aktifitas di pasar tersebut untuk memperoleh kebutuhan hidup mereka sehari-hari. Sebagian besar pengunjung mengendarai kendaraan pribadi baik itu berupa kendaraan beroda empat (mobil) maupun kendaraan roda dua (motor) untuk menuju tempat ini. Akibatnya, banyak kendaraan yang membutuhkan tempat parkir. Idealnya, Pasar Baru harus mampu menampung kendaraan pengunjung dengan menyediakan tempat parkir yang layak dan sesuai dengan kebutuhan. Untuk itu perlu dilakukan studi agar dapat diketahui kebutuhan ruang parkir (demand) dan berapa jumlah ruang parkir yang tersedia (supply) agar dapat menampung kendaraan pengunjung

Analisa Penyebab Kerusakan Jalan di Desa Tanjung Baru Kemiling Sampai Lekis Desa Banuayu Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten Ogan Komering Ulu

Analisa Penyebab Kerusakan Jalan di Desa Tanjung Baru Kemiling Sampai Lekis Desa Banuayu Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten Ogan Komering Ulu
 
Oleh: Yuliantini Eka Putri  

Abstract 
Road damage that occurs in many areas today are problems that are very complex and the losses suffered really great especially for road users, such as the occurrence of long journey times, congestion, traffic accidents, and others. The individual losses will be accumulated global economic losses to the region. Many of the criticisms that have been sent to government agencies in handling and management of the road, so that a variety of damage that occurs immediately addressed. 

Keywords: Damage, roads, maintenance 

Pendahuluan 
Secara umum penyebab kerusakan jalan ada berbagai sebab yakni umur rencana jalan yang telah dilewati, genangan air pada permukaan jalan yang tidak dapat mengalir akibat drainase yang kurang baik, beban lalu lintas berulang yang berebihan (overloaded) yang menyebabkan umur pakai jalan lebih pendek dari perencanaan. Perencanaan yang tidak tepat, pengawasaan yang kurang baik dan pelaksanaan yang tidak sesuai dengan rencana yang ada. Selain itu minimnya biaya pemeliharaan, keterlambatan pengeluaran anggaran serta prioritas penanganan yang kurang tepat juga menjadi penyebab. Panas dan suhu udara, air dan hujan, serta mutu awal produk jalan yang jelek juga sangat mempengaruhi. Oleh sebab itu disamping direncanakan secara tepat jalan harus dipelihara dengan baik agar dapat melayani pertumbuhan lalulintas selama umur rencana. Survey kondisi jalan perlu dilakukan secara periodik baik struktural maupun non-struktural untuk mengetahui tingkat pelayanan jalan yang ada. Pemeriksaan non-struktural (fungsional) antara lain bertujuan untuk memeriksa kerataan (roughness), kekasaran (texture), dan kekesatan (skid resitance). Pengukuran sifat kerataan lapis permukaan jalan akan bermanfaat dalam usaha menentukan program rehabilitasi dan pemeliharaan jalan. Di Indonesia pengukuran dan evaluasi tingkta kerataan jalan belum banayak dilaukan salah satunya dikarenakan keterbatasan peralatan. Karena kertaan jalan berpengaruh pada keamanan dan kenyamanan pengguna jalan maka perlu dilakukan pemeriksaan kertaan secara rutin sehingga dapat diketahui kerusakan yang harus diperbaiki. Kerusakan jalan yang terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ulu saat ini merupakan permasalahan yang kompleks, kerugian yang di hadapi sungguh besar terutama bagi pengguna jalan, seperti terjadinya waktu tempuh yang lama, kemacetan, kecelakaan lalu lintas dan lain-lain.
 
Keberadaan permukiman Baturaja di kawasan Kecamatan Baturaja Timur, Baturaja (sebagai kawasan pembangkit) akan meningkatkan densitas lalu-lintas khususnya pada jalan Lintas Garuda. Meningkatnya jumlah perjalanan yang dibangkitkan oleh kawasan perumahan Baturaja Permai dapat berdampak terhadap kapasitas pelayanan jalan yang ada di sekitar lokasi perumahan, khususnya pada ruas Jalan Lintas Garuda, sehingga kemacetan lalu-lintas sukar dihindari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memodelkan bangkitan lalu-lintas pada Perumahan Baturaja Permai. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang bangkitan perjalanan dari perumahan Baturaja Permai berikut hubungannya dengan tingkat pelayanan pada Jalan Lintas Garuda. Informasi tersebut dapat dijadikan salah satu dasar pertimbangan bagi perencana dan pemerintah dalam menentukan kebijakan terhadap masalah transportasi dan pengembangan prasarana wilayah kota Baturaja khususnya untuk wilayah kecamatan Baturaja Timur.

Peranan Manajer Proyek dalam Pengendalian Biaya Mutu dan Waktu

Peranan Manajer Proyek dalam Pengendalian Biaya Mutu dan Waktu

Oleh: Lindawati MZ  
Abstract

 This study aimed to determine the role of project management in quality control, time and cost correctly, so as to facilitate the construction and achieve the expected results. From the results of this research note that good project management, should have been done at every stage of the build. Kelengakapan construction documents is necessary for clear results to be achieved. In addition, the Project Manager is monitoring the progress of the project in the form of reports either daily, weekly or monthly and evaluated by comparing the project progress reports with the guidelines of quality, time and cost are also required in the control process during the project running. 

Keywords: Management, project, quality, time 

Pendahuluan 
Pengertian suatu proyek adalah kegiatan-kegiatan yang dapat direncanakan dan dilaksanakan dalam satu bentuk kesatuan dengan menggunakan sumber daya untuk mendapatkan manfaat. Kegiatan-kegiatan berlangsung dalam jangka waktu terbatas dengan alokasi sumber daya tertentu dan dimaksudkan untuk menghasilkan produk yang kriteria mutunya telah digariskan dengan jelas. Proyek memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
a. Memiliki tujuan yang khusus, produk akhir atau hasil kerja akhir;
b. Jumlah biaya, sasaran jadwal serta kriteria mutu dalam proses pencapaian tujuan-tujuan yang telah ditentukan;
c. Bersifat sementara, dalam arti umurnya dibatasi oleh selesainya tugas, titik awal dan akhir ditentukan dengan jelas, dan;
d. Tidak berulang, macam dan intensitas kegiatan berubah atau tidak sama
Di Kabupaten Ogan Komering Ulu pada saat ini suatu proyek umumnya diselesaikan melebihi batas waktu atau jadwal yang telah direncanakan yang mana secara tidak langsung akan mempengaruhi peningkatan biaya yang dikeluarkan untuk suatu proyek. Selain itu juga mutu proyek yang dihasilkan masih jauh dari rencana yang ditetapkan. Dari permasalahan diatas timbul pemikiran peneliti untuk melakukan penelitian pada suatu proyek untuk mengetahui sejauh mana peranan manajer proyek dalam pengendalian biaya, waktu dan mutu pada suatu proyek.

Kamis, 06 Juni 2013

Analisis Dampak Kegiatan Retribusi Angkutan Di Depan Terminal Tipe B Kota Martapura OKU Timur Terhadap Karakteristik Lalau Lintas Jalan Lintas Tengah Sumatera

Analisis Dampak Kegiatan Retribusi Angkutan Di Depan Terminal Tipe B Kota Martapura OKU Timur Terhadap Karakteristik Lalau Lintas Jalan Lintas Tengah Sumatera
Oleh: Ferry Desromi  

Abstract 

Traffic impact depends on the intensity of the activity system. The higher the intensity of the traffic impact is also greater good of the large volume of traffic also impacts the distribution. The higher the intensity of the activity system will lead to greater volume as well, while in terms of the distribution, the higher the intensity of the activity system wide impact on the number of affected roads. 

Keywords: Impact of traffic, vehicle, regulator

Pendahuluan 

Intensitas sistem kegiatan lalu lintas dan angkutan jalan, secara langsung maupun tidak langsung berdampak pada kondisi lalu lintas jalan secara umum. Tingginya intensitas sistem kegiatan lalu lintas tentu saja akan mempengaruhi besarnya volume lalu lintas dan sebaran dampaknya. Oleh karena itu, analisis terhadap dampak lalu lintas dapat dipahami sebagai serangkaian kegiatan kajian mengenai dampak lalu lintas dari pembangunan pusat kegiatan, permukiman, dan infrastruktur yang hasilnya dituangkan dalam bentuk dokumen hasil analisis dampak lalu lintas. Menurut Mithani (1999:1), lalu lintas transportasi memberikan kontribusi yang sangat penting bagi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. Kontribusi ini tercapai apabila ada sistem transportasi yang efisien dan memadai untuk pergerakan manusia dan barang. Manfaat pengembangan sistem transportasi adalah menghubungkan kawasan kegiatan yang saling berjauhan, tulang-punggung bagi proses urbanisasi yang meningkatkan hubungan kota-desa, menentukan bentuk kota, meningkatkan mobilitas faktor-faktor produksi, mempengaruhi distribusi spasial kegiatan ekonomi. Pembangunan sektor transportasi dimaksudkan untuk menggerakkan berbagai potensi daerah, pembangunan sarana dan prasarana transportasi agar mampu menjadi pendukung pertumbuhan bagi kawasan-kawasan di perkotaan. Bagi daerah perkotaan, transportasi yang aman dan lancar selain mencerminkan keteraturan kota juga menunjukkan kelancaran kegiatan perekonomian kota. Perwujudan kegiatan transportasi yang baik adalah dalam bentuk tata jaringan jalan dengan segala kelengkapan penunjang (Nasution, 2004:23). Selain itu akan mempertinggi aksesibilitas dari potensi sumber daya dan memperluas pasar.
Oleh karena beberapa hal tersebut, maka untuk mengetahui dampak dampak kegiatan retribusi di bahu jalan depan Teminal Tipe B Kota Martapura Kabupaten OKU Timur secara lebih jauh, penulis mengangkat judul ”Analisa Dampak Kegiatan Retribusi Angkutan di Depan Terminal Tipe B Kota Martapura Kabupaten OKU Timur Terhadap Karaktertistik Lalu Lintas Jalan Lintas Tengah Sumatera”.